Manasik Umroh Sesuai Sunnah Lengkap Demi Kesempurnaannya
artikel07103116.jpg
Pentingnya Manasik Sebagai Bekal Sebelum Berangkat Umroh

Manasik umroh atau pembekalan tata cara umroh yang benar menjadi rangkaian ibadah yang harus penting bagi jamaah. Bagi seorang muslim, melakukan ibadah umroh sendiri memiliki banyak keutamaan. Salah satu diantaranya adalah sebagai penghapus dosa. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

 

“(Dari) umrah ke umrah adalah penghapus (dosa-dosa) diantara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada baginya balasan selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Untuk itu, melakukan manasik umroh sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW menjadi satu hal yang penting untuk diikuti. Dalam pelaksanaan ibadah umroh sendiri, anda perlu tahu beberapa hal yang wajib dan disunnahkan dalam pelaksanaan ibadah umroh. Pada intinya rukun umroh adalah kegiatan ibadah umroh yang wajib dan harus dikerjakan. Bila salah satu dari rukun umroh tidak dilakukan, maka secara syar'i ibadah umroh dianggap tidak sah. Sedangkan bila kewajiban umroh tidak dipenuhi, Anda perlu membayar dam atau denda. Untuk lebih jelasnya, simak manasik umroh lengkap berikut ini.

 

1.  Ihram Umroh Di Miqat

Miqat sendiri adalah tempat di mana Anda akan berniat ihram. Tempat pelaksanaan niat ihram umroh wajib dilakukan di miqat yang Anda lewati. Jika Anda melewatinya tanpa berihrom, umroh Anda akan tetap sah, namun Anda punya kewajiban untuk membayar dam (denda) dengan cara menyembelih seekor kambing di Mekkah.

 

Setelah sampai di miqat, Anda perlu mandi dan memakai wewangian. Para pria memakai pakaian ihram, sedangkan wanita memakai baju gamis dan kerudung. Setelah itu Anda berniat untuk ihram yang artinya:

 

“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

 

Selanjutnya, perbanyaklah membaca talbiyah.

 

2. Tawaf di Masjidil Haram

Manasik umroh selanjutnya adalah ketika sampai di Mekkah, Anda harus melakukan tawaf di Ka’bah sebanyak tujuh putaran dan dimulai dari Hajar Aswad sambil terus berdoa hingga menyelesaikan tujuh putaran tepat di depan Hajar Aswad.

 

3. Sa’i

Rangkaian manasik umroh sesuai sunnah selanjutnya adalah dengan melakukan Sa’i, bertempat di Bukit Shafa dan Bukit Marwah. Jadi setelah Anda selesai melakukan tawaf, Anda bisa langsung keluar Masjidil Haram dan langsung naik ke Bukit Shafa sambil menghadap kiblat. Bacalah tahmid dan takbir sebanyak tiga kali sambil mengangkat tangan. Kemudian, turun dan lakukan rangkaian Sa’i sebanyak tujuh kali dari Shafa ke Marwah dengan berjalan cepat diantara tanda hijau, serta berjalan biasa sebelum tanda tersebut ada. Saat tiba di atas Bukit Marwah, bacalah takbir dan tahmid sebanyak tiga kali.

 

4. Tahallul

Tahallul atau memotong rambut sampai gundul atau sebagian ini dilakukan di Marwah. Di sini ada tukang cukur yang bisa mencukur rambut Anda. Sedangkan bagi jamaah wanita, Anda bisa memotong sebagian kecil rambut dengan gunting.

 

Manasik umroh sesuai sunnah di atas tidak dapat dibolak-balik karena menjadi syarat sah ibadah umroh. Anda harus melakukannya secara berurutan sesuai dengan ajaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.

 

Sumber :

kajianislam.net/2007/04/manasik-umrah-lengkap/, diakses pada tanggal 20 Oktober 2016

bersosial.com/threads/tata-cara-manasik-umroh-sesuai-sunnah-rasul.2490/, diakses pada tanggal 20 Oktober 2016

 

Bagikan artikel ini:
Berita Terbaru