Rukun Umroh Sesuai Sunnah Nabi Muhammad yang wajib dipenuhi
artikel07102348.jpg
Rukun Umroh yang Wajib Dipenuhi

Salah satu syarat sah ibadah umroh adalah ketika seorang hamba Allah memenuhi semua rukun umroh sesuai sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Rukun umroh sendiri adalah hal-hal yang wajib dikerjakan selama melaksanakan ibadah umroh. Jika salah satu dari rukun tersebut tidak dipenuhi, ibadah umroh tersebut tidak diterima. Karena itu, mengetahui rukun atau urutan umroh adalah hal yang penting. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa simak rukun umroh berikut ini.

 

1.  Niat

Rukun umroh pertama yang harus dipenuhi adalah berniat di miqat. Niatkanlah ibadah Anda secara tulus ikhlas karena Allah SWT.

 

2. Ihram

Ihram atau disebut juga dengan pakaian suci yang wajib dikenakan saat Anda melakukan ibadah haji atau umroh. Pakaian ini berwarna putih, tanpa jahitan, dan dipakai dengan cara dililitkan pada tubuh. Saat Anda mengenakan pakaian ihram, ada beberapa larangan yang wajib dipenuhi, misalnya tidak boleh memotong kuku, mencabut atau memotong sebagian rambut, mengeluarkan darah, dan menggaruk kulit hingga terkelupas, memakai parfum (bahkan dalam sabun mandi), bertengkar, bermesraan (meskipun dengan suami/istri), bersolek, dan bersetubuh.

 

Selain itu, ketika memakai baju ihram Anda juga tidak boleh berkata-kata kasar, menikah, berburu atau membantu berburu binatang (liar), membunuh binatang liar atau peliharaan kecuali jika mengancam jiwa, memotong atau mencabut tanaman yang masih hidup, dan semua hal yang dapat mengganggu aktivitas makhluk hidup lainnya. Bagi pria, Anda tidak diperbolehkan memakai penutup kepala (sorban, topi), memakai alas kaki yang menutupi mata kaki, dan mengenakan pakaian yang dijahit. Sedangkan bagi wanita, Anda tidak boleh menutup wajah dan menutup telapak tangan dengan apapun.

 

3. Tawaf

Tawaf adalah berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran dan menjadi salah satu rukun umroh sesuai sunnah karena Nabi Muhammad SAW juga melakukan hal yang sama ketika melaksanakan ibadah umroh. Tawaf di Ka’bah ini dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula.

 

4. Sa’i

Sa’i adalah salah satu rukun umroh yang wajib dilakukan oleh jamaah umroh atau haji di Mekkah. Sa’i sendiri adalah berjalan kaki antara Shafa dan Marwah (pulang-pergi) yang dilakukan sebanyak tujuh kali. Jalan kaki ini dimulai dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah (dihitung satu kali), dan dari Bukit Marwah ke Bukit Shafa (dihitung satu kali). Pada hitungan yang ke-7, jamaah haji dan umroh akan berhenti di Bukit Marwah.

 

5. Tahallul

Tahallul adalah mencukur atau memotong sebagian rambut di kepala. Rukun umroh ini dilakukan setelah Anda melakukan Sa’i. Dengan dilakukannya Tahallul, maka rangkaian rukun umroh telah selesai ditunaikan.

 

Rukun umroh sesuai sunnah Nabi Muhammad tersebut di atas harus dilakukan dengan tertib, artinya harus sesuai urutan dan tidak boleh dibolak-balik.

 

Sumber :

aet.co.id/umroh/syarat-dan-rukun-umroh-sebagi-panduan-ibadah, diakses pada tanggal 20 Oktober 2016

mahabbahfillahindonesia.com/rukun.php, diakses pada tanggal 20 Oktober 2016

Bagikan artikel ini:
Berita Terbaru