10 Keutamaan Puasa Arafah
artikel30114323.jpg
10 Keutamaan Puasa Arafah

Di 10 awal dzulhijjah banyak sekali amalan sunnah yang tidak boleh Anda lewatkan, satu diantaranya adalah puasa. Bagi kaum muslimin yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau yang disebut puasa Arafah. 

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arqfah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Dikutip dari cnnindonesia, terdapat 10 macam kemuliaan yang akan didapatkan ketika melaksanakan puasa sebelum idul adha: 
  1. Allah SWT akan memberi keberkahan pada kehidupan hamba-Nya
  2. Diberi limpahkan rezeki dari Allah SWT
  3. Dijamin kehidupan rumah tangganya
  4. Dibersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang lalu
  5. Dilipatgandakan amal dan ibadahnya
  6. Dimudahkan kematiannya
  7. Diterangi kuburnya selama di alam Barzah
  8. Diberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar
  9. Diselamatkan dari kejatuhan kedudukan di dunia
  10. Dinaikkan martabatnya di sisi Allah SWT

Bagi umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah haji tidak disunnahkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam hadits Ummu Fadhl berikut, 

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ

“Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123).

Yuk jangan sia-siakan kesempatan ini untuk mendulang pahala semaksimal mungkin. Jangan lupa untuk mengajak sanak saudara, teman-teman dan yang lainnya untuk mendapat pahala, “Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam, pen).” (Muttafaqun ‘alaih). “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim).















Sumber:
rumaysho.com
cnnindonesia.com
kabarmakkah.com
muslim.or.id

Bagikan artikel ini:
Berita Terbaru